Rabu, 27 Maret 2013

Sahabat Ilmu Jambi di Desa Rukam :)

Maret ke 14 di 2013 ini Sahabat Ilmu Jambi atau lebih sering kami singkat menjadi SIJ, melakukan perjalanan ke Desa Rukam. Sebuah Desa yang jauh dari akses kendaraan, bisa dibilang seperti itu karena jalan menuju kesana lumayan extrame dan jarang ada angkutan umum kesana. Bukan jarang lagi sebenarnya, tapi memang tidak ada, hanya kendaraan pribadi atau sewaan yang mau kesana. Perjalanan ke Desa Rukam ini mempunyai tujuan yang yaitu melaksanakan pendampingan dengan adik-adik yang ada disana. Pertama, khususnya saya sendiri sebagai yang menulis ini tidak punya niat pergi kesana, karena mendengarkan cerita tentang perjalanan menju kesana yang katanya cukup melelahkan, terlebih saya susah dapat izin dari orang tua. Akan tetapi berkat semua relawan SIJ yang kece, baik, imut-imut, tapi kadang juga ngesalin lah, saya bisa ikut serta pergi ke Desa Rukam dan menikmati setiap detik perjalanan menuju kesana. Menikmati hamparan luas pohon akasia, menikmati sungai dan udara yang berbeda. Sayang saya tidak sempat men-dokumentasi-kan ketika kami diperjalanan, karena jalan yang berkerikil tidak memungkinkan kami untuk berfoto-foto.
Tepat jam 11 lebih kurang kami melakukan perjalanan dari Sekre SIJ di Kota Baru menuju Desa Rukam, dengan formasi 3-4-5. Posisi paling depan ada Sri, Rara, dan Bang Dingding sebagai sopir baik kami. Dibagian tengah ada Kak Bella, Ein, Tiara dan Fani, Dibagian belakang ada Tiawa, Ulli, Amel, Bang Rikky dan Bang Rieo. Sungguh pormasi susun ikan asin bukan ? tapi sungguh menyenangkan ketika bersama-sama dengan orang yang disayang.
Jam-jam pertama perjalanan masih indah tanpa nyasar dan jalan berdebu, masih melewati rumah penduduk dan warung-warung kecil dipinggir jalan. Tapi jam-jam berikutnya, ketika kami mulai memasuki hutan akasia, kalo tidak salah itu adalah hutan produksi. Jalan mulai berdebu dan berkerikil, tanah kering berwarna kuning dengan indahnya melayang-layang diudara, kemudian terus menempel didinding roda empat yang kami tumpangi. Kalau kata seorang relawan SIJ “Ini jalan kayak segi tiga bermuda, sama semua, jadi mudah nyasar”. Yap benar sekali. Berapa KM jalan yang kami tempuh, banyak KM pun yang nyasar. Ini karena penunjuk jalan abal-abal semua haha.
Tepat jam 1 siang, kalo tidak salah, saya juga lupa. Kami sampai tepat dipinggir sungai. YAP!! Sungai loh sungai Batang Hari, ternyata perjalanan tidak berhenti sampai disini, kami masih harus menaiki ‘Ketek’ untuk benar-benar sampai ke tempat tujuan kami, Desa Rukam.  Banyak laku yang dari semua relawan didalam ‘ketek’, ada yang pura-pura cool untuk menutupi ketakutan, ada yang cerewet, ada yang diam saja, ada yang asik foto-foto. Intinya ekspresi wajah dari kami berbeda-beda.
Ohhhhhh Desa RUKAM I’M COMING!!!!!!! Pertama kali saya menginjakan kaki disana, tapi sebagian dari kami ada yang sudah pernah ke Desa Rukam. Penyambutan sungguh hangat, ada mas-mas namanya kalo tidak salah Aimin, kami disambut makan siang dengan Tempoyak dan lainnya disana. Kami beristirahat sejenak disana, ada yang sholat, bersantai bahkan mandi. Dan kemudian kami masih harus berjalan menuju madrasah tempat anak-anak Desa Rukam berkumpul. Kali ini berjalan menggunakan kaki sendiri tanpa kendaraan. Berbagi senyum dan tawa kepada orang-orang dikiri-kanan setiap kami berjalan, warga disana sungguh hangat, sebelum kamu tersenyum, mereka yang akan memberi senyum kepada kamu terlebih dahulu.
Ketika perjalanan kami berakhir disebuah madrasah, sebuah tempat anak-anak yang sedari tadi telah menunggu kedatangan kami, mereka yang awalnya sibuk dengan aktivitas masing-masing kemudian berhambur menuju kelas, seolah sudah mengerti siapa yang akan datang menemui mereka. Kami pun menaiki anak tangga untuk dapat sampai bertatap muka dengan mereka. Ah Tuhan, sejuk sekali wajah anak-anak itu, semangatnya, senyumnya, seolah membuat kami hilang dari beban, hilang dari penat selama di perjalanan.
Awalnya kami melakukan perkenalan kepada adik-adik Desa Rukam, mereka memberikan kami sebuah lagu yang diajarkan Paman kepada kami. Paman disini adalah guru yang mengajari mereka, mereka terbiasa memanggilnya paman. Dengan fasilitas kelas seadanya mereka mampu bertahan, mereka masih punya semangat dan cita-cita tinggi. Jangan mau kalah sama mereka haha. Kemudian kami bermain dengan puzzle yang dibuat oleh Relawan SIJ. Anak-anak tadi dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian diberikan Puzzle yang bergambarkan Profesi. Ada puzzle dokter, polisi, pelukis, tentara, guru dan lainnya. 3 kelompok yang paling cepat akan mendapatkan reword dari SIJ. Anak-anak diDesa sangat cerdas, dan pastinya tidak pernah takut. Terbukti setiap kami memberikan pertanyaan atau memintanya untuk memimpin sesuatu, yang tunjuk tangan tidak pernah seidkit, hampir dari semua anak. Betapa bahagianya bukan jika kamu seorang pendidik mendapatkan siswa-siswi seperti mereka. Kemudian kami melakukan permainan out-door setelah tadi in-door. Anak-anak dibagi menjadi dua kelompok besar, kelas 3 kebawah dan kelas 4 keatas. Relawan pun dibagi menjadi dua. Ada yang mendampingi kelas 3 kebawah dan ada yang mendampingi kelas 4 keatas. Permainan out-door ini sangat menyenangkan, anak-anak diminta untuk mencari potongan kain yang sama dengan potongan kain yang mereka punya didalam kelompoknya, dengan syarat, anggota kelompok matanya ditutup dan hanya ketua yang matanya boleh terbuka, karena peras sang ketua disini memberi petunjuk kepada anggotanya untuk mengumpulkan potongan-potaongan kain yang tersebar diswkitar lapangan madrasah. Dan kelompok yang paling banyak mengumpulkan potongan kain akan mendapatkan hadiah.
Tidak terasa senja sudah memanggil hari itu, matahari segera hilang dan berganti menjadi bulan. Kami harus pulang, kami harus berpisah dengan anak-anak Desa Rukam pembangkit semangat. Sedih itu pasti, tapi kami akan kembali kesana dengan membawa sesuatu yang baru, misalnya saya sudah dapat gelar Sarjana hahaha
Pendampingan diakhiri denga foto-foto bersama, foto-foto lagi, foto-foto lagi dan foto-foto lagi.
Berikut sebagian foto yang ada.

























Tari Saman berasal dari provinsi??

Sabtu, 16 Maret 2013

Daftar Buku Taman Baca Sahabat Ilmu Jambi

Daftar Buku Taman Baca Sahabat Ilmu Jambi.
Jika teman-teman ingin meminjam, menyumbang, atau mencari referensi bacaan, Silahkan hubungi kami (divisi taman baca). Klik Disini. Terima Kasih.

































Siapa nama gubernur DKI Jakarta saat ini??

    Jumat, 01 Maret 2013

    Detektif Conan 44 : Heri



    Salah satu keajaiban dunia di Indonesia??


    Detektif Conan Volume 44
    File 447: Pecahkan teka-teki tiga angka!
    File 448: Tak ada petunjuk!?
    File 449: Pertandingan selesai...!?
    File 450: Neraka dari surga
    File 451: Tenang sekali!?
    File 452: Tidak curiga?
    File 453: Keajaiban
    File 454: Mengejutkan
    File 455: Mengerikan
    File 456: Kabur
    File 457: Cerita aneh di sekolah

    Selasa, 26 Februari 2013

    Terima Kasih SIJ, PipetMagz, dan Sahabat-Sahabat Donatur

    Kemarin, 26 februari 2013 Sahabat Ilmu Jambi (SIJ) bersama PipetMagz alhamdulillah telah mendistribusikan donasi-donasi para sahabat yang ditujukan bagi mereka yang membutuhkan pasca bencana banjir Jambi 2013.

    Donasi-donasi yang terkumpul berkat kerja sama komunitas SIJ dan PipetzMagz ini, didistribusikan ke 4 titik bencana yaitu; Wilayah Muara Jambi(Candi Muara Jambi), Desa Rukam, Desa Sakean, dan Seberang Kota Jambi.

    Sebelum dan sesudah, kami dari SIJ mengucapkan terimakasih kepada donatur yang telah memberi bantuan baik materiil maupun nonmaterill, relawan dari PipetMagz, serta sahabat-sahabat yang telah menyukseskan kegiatan ini. :))


    More Photos



    Kamis, 20 Desember 2012

    Seminar Pertama Kami :)

    Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu…jangan menempel. Biarkan dia, menggantung… mengambang… 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu…
    Pasti pembaca tahu quote diatas terdapat didalam buku dan film apa hehe. yappp benar sekali. 5 CM, sejak buku yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro ini dikabarkan akan dibuat film, serentak masyarakat indonesia membicarakan. Termasuk juga saya. Saya tahu buku ini sudah lama tapi baru sempat membacanya sekitar pertengahan tahun ini. Saya mendapatkan buku ini di Taman Baca @sahabatilmuJBI :D

    Nah jadi apa hubungannya 5 CM sama tulisan yang akan saya posting kali ini. Menurut saya Kalimat diatas yang menyatakan bahwa Setiap kamu mempunyai mimpi dan cita-cita pasti akan terwujud, asalakan kamu  yakin, tekun dan percaya. Sama halnya dengan saya dan relawan SIJ lainnya, ketika kami mempunyai mimpi untuk membuat Seminar pertama kami dalam mempenringati hari sumpah pemuda kemarin. Kami yang mulanya takut, tidak percaya diri karena komunitas kami masih baru dan tergolong kecil di Provinsi kami yaitu Jambi.

    Perjalanan menuju Hari H sungguh sulit, banyak kerikil bahkan batu yang besar menghalangi perjalanan kami, dari mulai gagal mendapatkan sponsor, padahal hari H sudah diujung mata, kemudian yang punya  percetakan tempat kami memesan sertifikat dan pin dikabarkan sakit, sempat juga saya dan relawan lainnya putus asa, apa sebaikknya kegiatan seminar ini diundur atau ditiadakan saja. Akan tetapi berkat dorongan dari sesama, walau ada juga yang marah-marah, ngomel-ngomel, sampai nangis-nangis hihihi, semangat kami bangkit lagi, semangat para pemuda jambi kembali membara,  hingga sampai pada hari H.  Berkat perjuangan seluruh relawan dan sponsor yang membantu kegiatan ini, seminar yang kami laksanakan SUKSES. karena kami punya keyakinan yang besar, selalu tekun dalam mengemban tugas masing-masing dan kami mempunyai kepercayaan kepada sesama yang sangat besar :)





    Gathering 16 desember 2012

    Hari minggu kamarin tepatnya tanggal 16 Desember 2012. Saya dengan relawan @sahabatilmuJBI lainnya gathering di Kedai Kopi diseputaran jelutung. Seperti biasanya kita membicarakan tentang SIJ (biasa disingkat) untuk kedepannya. Gathering kali ini bisa juga dibilang sebagai rapat intern kami seblum penerimaan relawan baru dalam waktu dekat ini. Seperti biasanya Rapat hari itu dikomandoi oleh kak @BellaMoulina :D .
    Pertama kali dari divisi pendampingan menyampaikan hasil rapat intern mereka kepada teman-teman yang lain untuk direvisi mana sebaiknya yang akan dijalankan untuk beberapa bulan kedepan. Point penting dari divisi pendampingan ini adalah memberikan soft skill kepada adik asuh baik itu disekolah dan panti yang akan dikunjungi nantinya. Kemudian disetiap akhir bulan akan diadakan kegiatan dare to dream.
    Selanjutnya dari divisi crative, dari hasil yang mereka persentasikan kemarin, saya menangkap bahwa divisi creative akan membantu mewujudkan rencana dari divisi pendampingan, karena ini namanya team creative, mereka-mereka yang ada dalam divisi ini adalan manusia-manusia yang pemikiran super creative.
    Dan yang terakhir adalah divisi taman baca. Divisi taman baca adalah mereka yang mengatur atau menyusun bagaimana dan seharusnya diapakan taman baca tersebut.
    Walau demikian SIJ punya beberapa divisi, tetapi kami tetap satu, saling bekerja sama, bahu membahu demi masa depan anak bangsa Daerah kami kedepannya.
    Sahabat Ilmu Jambi, Menebar Ilmu Membuka Cakrawala J
    Oh iya, setelah selesai gathering, relawan-relawan kece @sahabatilmuJBI tidak lupa mengabadikan moment penting ini didalam sebuah lensa seperti dibawah ini ....



    Senin, 06 Agustus 2012

    Perjalanan Kami di #1thSIJ: Tetap Semangat dan Istiqomah

    Jargon dari Agnes Monica ini: “Dream, Believe, and Make it Happen” agaknya benar. Tentu saja karena saya sudah membuktikannya. Well, ketika kita percaya pada sebuah impian atau cita-cita, lalu kemudian kita bergerak untuk mewujudkannya, tidak menghiraukan apa kata orang, terus bergerak dan berjalan..dan tidak terasa impian itu terbukti nyata terjadi di hidup kita. Inilah yang saya alami di Sahabat Ilmu Jambi (SIJ).

     Ketika rasa skeptis akan hadirnya komunitas sosial di Jambi terhadang, dan pada akhirnya saya percaya komunitas ini mampu berjalan dikarenakan dukungan dari berbagai pihak, hingga 5 Agustus 2012 kemarin menjadikan SIJ genap berusia 1 tahun, adalah sesuatu hal yang patut disyukuri. Impian itu ada, nyata, dan karena mereka.

    SIJ lahir karena kegelisahan saya melihat kenyataan bahwa mahasiswa di sekitar saya kurang hobi membaca dan menulis. Pun itu didukung dengan adanya kegiatan  sosial yang kurang muncul di Jambi. Ditambah pula melihat kondisi anak-anak kurang beruntung sulit mengakses bahan bacaan yang teramat tinggi harganya. Di satu sisi pula saya melihat pemuda di Muaro Jambi gencar melakukan kegiatan belajar gratis Sekolah Alam Raya (bang Borju) dan perpustakaan masyarakat yang hanya dijalani satu pemuda (bang Sarbini). Kemudian kegelisahan ini saya lontarkan kepada kak Meila, teman sekaligus kakak terunyu selama bekerja di Jambi Ekspres dulu. Ketertarikan yang tinggi terhadap membaca buku dan menulis juga menyerupai saya dengannya. Walhasil, ide ini dimatangkan dan dilemparkan ke Facebook dan Twitter. Responnya? Sungguh di luar dugaan, banyak anak muda Jambi yang tertarik bergabung menjadi relawan.

    Kemudian kami kopdar di Unja Telanai pada 5 Agustus 2011, saat itu siang menjelang sore, dimana kami harus berpuasa di sela-sela kegiatan. Sekitar 10 anak muda berkumpul (seingat saya, namun saya lupa nama-namanya, masih sedikit samar-samar), kami membahas SIJ, visi misi dan tujuan serta kegiatan yang akan dilaksanakan. Akhirnya kami sepakat untuk mendampingi anak-anak di panti asuhan, tepatnya Panti Asuhan Darul Aitam dan Panti Asuhan Madinatul Aitam. Di satu sisi kami juga memberikan pelatihan kepada beberapa relawan yang pada waktu itu tertarik bergabung. Setelah konsep berjalan selama 1 bulan, kemudian pendampingan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis di dua panti asuhan itu dimulai pada pertengahan September. Pendampingan yang dilaksanakan setiap hari sabtu selama 2 jam (15.00-17.00 WIB) tersebut belum seratus persen sesuai yang diharapkan kala itu, karena kami harus mencocokkan diri dengan kepribadian adik asuh. Pun di sisi lain kami terbatas pada kemampuan mendampingi. Hanya saja, saya hajar semua yang ada, saya katakan kepada teman bahwa kita bisa belajar apa yang kurang untuk dibenahi, jadi ya maju saja.

    Ternyata pendampingan meningkatkan minat membaca dan menulis sesuai dengan visi misi SIJ itu saja tidak cukup. Perlu adanya komponen lain yang mendukung tujuan kami sukses. Kami pun memberikan pelatihan capacity building dan gathering yang diperuntukkan bagi relawan guna mengoptimalkan peran mereka sebagai kakak asuh. Pertemuan dua bulan sekali ini sangat penting agar sesama relawan dapat berinteraksi dan tidak ada gap diantaranya. Kemudian yang paling penting adalah menyatukan ide dan gagasan bagaimana pendampingan selama beberapa bulan dilaksanakan. Kami berdiskusi mengenai hal tersebut, tidak jarang kami menemui hambatan ketika seorang relawan mengeluhkan adik asuh yang sulit diatur. Gathering pun terasa lebih bermakna ketika masalah dapat dipecahkan bersama-sama. Sedangkan capacity building akan meningkatkan kualitas diri mereka sebagai anak muda Jambi yang memiliki jati diri (seperti ketika saya mendiskusikan soal passion).


    Selain bagi relawan, adik asuh tidak luput dari perhatian kami. Beberapa program yang dijalankan bagi adik asuh selain pendampingan adalah Dare to Dream dan pelatihan. Meski kami belum memberikan pelatihan yang intensif kepada adik asuh, tapi program Dare to Dream agaknya membuat mereka mulai memikirkan bagaimana seharusnya cita-cita itu ada di hidup mereka. Ya, kami ingin membangkitkan impian dan cita-cita mereka yang mungkin saja terbentur dengan kondisi mereka. Maka lahirlah Dare to Dream, program dimana kami mendatangkan anak muda Jambi berprestasi yang telah menggapai impiannya. Mereka yang pernah berkesempatan hadir adalah Bona (pelukis), Dion (guru), dan Wawan (motivator). Program yang berlangsung selama dua jam ini diharapkan mampu menginspirasi adik asuh untuk berani bermimpi, setidaknya mereka mampu mengubah keadaan mereka menjadi lebih baik ketika mereka berusaha menggapai cita-cita.
    Disamping kegiatan yang diperuntukkan bagi relawan dan adik asuh itu, kami juga membuka taman baca. Tidak pernah saya berharap lebih ada orang yang ingin menyediakan space rumah atau tempatnya untuk SIJ. Ternyata ini tidak terjadi. Justru ada yang menyediakannya untuk kami sebagai sarana sekretariat dan taman baca. Adalah Maul, relawan yang terhitung aktif sejak Desember ini memberikan warung milik alm.ibunya yang tidak terpakai lagi untuk kami gunakan. Masih terbayang bagaimana relawan bahu membahu membersihkan warung tersebut dan menyulapnya menjadi sekre dan taman baca yang keren. Pada akhirnya sekre dan taman baca itu diresmikan pertengahan Maret lalu, bertepatan dengan diliputnya SIJ oleh stasiun TV nasional DAAI TV yang berlokasi di Jakarta. Hingga kini pengunjung taman baca semakin bertambah, berasal dari kalangan SD hingga umum, mereka ada yang meminjam buku secara gratis (SD-SMP) dan membayar (SMA-Umum). Subsidi buku-buku relawan yang diletakkan disana juga membuat sekre dan taman baca kami lebih up to date dalam menyediakan bahan bacaan. Ini berkat usul dari Rikky, mengingat kami harus memikirkan segi ekonomis demi keberlangsungan SIJ. Saat ini taman baca selalu buka setiap hari dari pukul 14.00-17.00 WIB (kecuali selasa dan sabtu). Buku koleksi kami didapat dari para donatur yang berada di Jambi dan luar Jambi. Buku-buku tersebut juga menjadi bahan pendampingan kami agar adik asuh mau membaca.

    Belum genap satu tahun umur SIJ dulu, alhamdulillah banyak pihak sponsor, media, maupun atas nama pribadi yang melirik kami. Bantuan berupa buku, dana, jasa, dan pemberitaan di media kami terima ketika SIJ belum genap satu tahun kala itu. Donatur pribadi dan organisasi (Indonesian Future Leaders) contohnya (baik berupa buku, dana, dan jasa) berdatangan dari wilayah Jambi, Jakarta, dan Palembang. Dari pihak sponsor, Kedai Kopi sering menyediakan tempatnya di lantai 2 untuk kami gathering, Temphoyac memberikan merchandise di setiap acara yang kami lakukan, kemudian Gramedia, Rumah Kenari, dan Nusantara Magazine memberikan donasi berupa buku baru dan bekas yang layak baca. Sedangkan pemberitaan soal SIJ telah dimuat di beberapa media lokal (Dira FM, Boss FM, Jambi Ekspres, Tribun Jambi, dan Jek Tv) serta skala nasional (DAAI TV dan Intisari).

    Pemberitaan melalui media itu otomatis membuat SIJ semakin dikenal dan mendapatkan  dukungan dari berbagai pihak (meski hingga saat ini kami belum bekerja sama dengan pihak berlatar belakang pendidikan).
    Di umur yang menginjak 1 tahun kemarin (5 Agustus) telah banyak membuat kami bersyukur sebagai komunitas sosial pendidikan yang konsisten menyuarakan pendidikan bagi kalangan grass root (akar rumput). Pendampingan di panti asuhan pun menunjukkan perkembangan yang lumayan baik, tercatat beberapa adik asuh kini mulai serius belajar, hobi membaca dan menulis, serta mau mengembangkan dirinya sesuai kecerdasan yang mereka miliki. Simpatisan dari dunia nyata maupun social media tidak berhenti mengalir untuk kami. Pun yang membuat saya bahagia adalah, semakin banyak anak muda Jambi yang menyadari pentingnya peran mereka sebagai changemaker (pembaharu) untuk berkontribusi aktif dan berbagi ilmu dengan kalangan kurang beruntung, disamping mereka juga butuh waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Meski begitu, dampak positif ini belum seratus persen baik, saya menyadari disana sini masih terdapat banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Contohnya soal pendampingan. Relawan pengin pendampingan di periode kedua ini dihadirkan dengan cara lebih fun, praktis, dan sambil belajar pula. Saya dan teman-teman pun berusaha mencari solusi ini bersama-sama, agar relawan dan adik asuh tidak jenuh dengan jenis pendampingan yang selama ini dilaksanakan. Di satu sisi, tentu harus ada tolak ukur yang jelas bagaimana anak sudah meningkat minat membaca dan menulisnya. Mengingat pula selama ini kami hanya melakukan pengamatan saja tanpa menuliskan perkembangan dari tolak ukur yang sudah ditetapkan. Pendampingan juga akan melibatkan beberapa praktisi pendidikan dan kewirausahaan, serta melihat sisi kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap anak. Di sisi lain, tentu kepengurusan periode baru dan pembenahan internal SIJ akan dilaksanakan pula secepatnya. Saya pengin teman-teman bisa lebih berkomitmen dengan keputusan yang telah mereka ambil. Setidaknya kalau program ini berhasil secara maksimal, ini berkat relawan pula bukan?  Berbagai hal sudah banyak terlintas di benak saya dan teman-teman ketika rapat sebelumnya, insyaallah akan direalisasikan secepatnya setelah lebaran nanti. Ya, ini PR bagi kami yang harus secepatnya diselesaikan.
    Harapan saya, di usia 1 tahun ini, SIJ semakin matang dalam menjalani perannya sebagai salah satu pendukung pendidikan adik asuh. Yang tidak boleh hilang itu adalah semangat dan istiqomah selama perjalanan menempuh kesetaraan pendidikan dalam menebar ilmu dan membuka cakrawala. Kalau kedua komponen hilang, entah apa jadinya SIJ. Mungkin SIJ bakal hilang dan tidak diperdulikan. Namun semoga saja itu tidak terjadi. Semoga kami tetap semangat dan istiqomah ya teman-teman :’) Dengan semangat itu pula kami ingin melaksanakan even yang bisa bekerja sama dengan beberapa stakeholders (pemerintah, pihak swasta, dan lainnya) dalam menyelenggarakan acara untuk anak muda Jambi. Pun kami tidak menampik bahwa SIJ kelak memiliki taman baca di daerah terpencil di Jambi, membantu anak-anak disana dalam mengakses bahan bacaan berkualitas. Di sisi lain, kami sepertinya akan melirik sektor wirausaha agar SIJ dapat mandiri secara finansial (karena selama ini kami sendiri yang mengisi uang kas sebesar Rp. 10.000/bulan). Tentu saja ini jangka pajang yang harus dilaksanakan bersama-sama. Itu semua tidak akan terwujud jika tidak ada peran serta relawan. Maka adalah sebuah keberuntungan dan kebahagiaan yang tidak terkira ketika saya melihat relawan tidak putus asa, mereka tetap mendampingi di sela-sela kesibukan mereka, dan selalu bersemangat mendampingi adik asuh, karena mereka menyadari perannya sebagai pemuda. Dimana kalau bukan kita sendiri yang memberikan perubahan sekecil apapun kepada adik asuh, siapa lagi? Perubahan tidak akan menunggu siapapun dan kapanpun. Semoga SIJ mampu memberikan perubahan bagi mereka melalui para relawan pantang menyerah! Dan Allah swt akan mengabulkan doa kita, amiiinnnnn.. Happy 1st anniversary Sahabat Ilmu Jambi!!